Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan upaya pengendalian ikan sapu-sapu di sungai.
Selain itu, langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Selanjutnya, kebijakan ini muncul karena kekhawatiran terhadap dampak spesies invasif.
Dengan demikian, pemerintah berupaya melindungi ikan lokal dari ancaman.
Kemudian, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
Selain itu, ia menilai pengendalian harus di lakukan secara masif.
Selanjutnya, ia menegaskan keberadaan ikan sapu-sapu tidak boleh di biarkan.
Dengan demikian, ekosistem sungai dapat tetap terjaga.
Selain itu, ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan dan memiliki daya tahan tinggi.
Kemudian, ikan tersebut mampu memakan berbagai jenis makanan di habitatnya.
Selanjutnya, kondisi ini membuat ikan sapu-sapu mendominasi ekosistem sungai.
Dengan demikian, spesies lokal seperti ikan wader berpotensi menghilang.
Selain itu, ikan sapu-sapu dapat bertindak sebagai predator sumber makanan.
Oleh karena itu, keseimbangan ekosistem perairan menjadi terganggu.
Selanjutnya, pemerintah mulai memperluas operasi penangkapan ikan tersebut.
Namun demikian, operasi tidak hanya dilakukan di wilayah tertentu saja.
“Saya akan meminta operasi dilakukan di semua wilayah dengan populasi tinggi,” ujar Pramono.
Kemudian, operasi akan di perluas ke seluruh wilayah dengan populasi tinggi.
Selain itu, langkah ini di harapkan menekan jumlah ikan sapu-sapu secara signifikan.
Namun demikian, tingginya populasi membuat penanganan tidak bisa instan.
Dengan demikian, pemerintah akan menjalankan program secara bertahap.
“Langkah ini memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi lingkungan,” tambahnya.
Terakhir, pemerintah berharap program ini menjaga kelestarian ekosistem sungai.
Oleh karena itu, masyarakat juga di harapkan mendukung upaya tersebut.