Pemprov DKI Jakarta Resmi Meluncurkan Jaksinema Pasar Rumput Guna Memperkuat Ekosistem Sinema Nasional Serta Menggerakkan Roda Ekonomi Kreatif Warga DKI
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 18

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan sinema komunitas di Kompleks Rusun Pasar Rumput.
Selanjutnya, pendirian sarana sinematik ini bertujuan memperluas jangkauan apresiasi publik terhadap sinematografi domestik.
Sebagai catatan, bioskop berkapasitas empat puluh tiga tempat duduk ini memprioritaskan pemutaran sinema karya anak bangsa.
Bahkan, pematok harga tiket harian dirancang sangat terjangkau, yaitu sebesar lima belas ribu rupiah.
Sementara itu, apresiasi sinema saat akhir pekan dikenakan tarif khusus dua puluh ribu rupiah.
“Saya pribadi senang melihat berbagai inisiatif dan inovasi yang dilakukan Perumda Pasar Jaya dalam menghidupkan kawasan pasar di Jakarta. Mulai dari revitalisasi dan penataan pasar, menyediakan sarana pendukung, digitalisasi transaksi melalui QRIS yang memudahkan pedagang dan masyarakat, hingga kehadiran Jaksinema melalui kolaborasi Perumda Pasar Jaya dengan Layar Digi,” ujar Wagub Rano.
Oleh karena itu, penyediaan bioskop rakyat ini memperkuat infrastruktur pendukung seperti konsesi fiskal daerah.
Selain itu, skema insentif pajak pertunjukan film nasional turut dipangkas hingga separuh tarif normal.
“Jaksinema hadir melengkapi ikhtiar terwujudnya visi tersebut dengan menghadirkan bioskop mini yang memutar film-film Indonesia. Inisiatif ini menambah ruang apresiasi masyarakat terhadap karya anak bangsa, sekaligus menunjukkan bagaimana kota dapat memberi ruang bagi film dan ekonomi kreatif untuk tumbuh,” katanya.
Berdasarkan laporan, penayangan karya layar lebar domestik berhasil menghimpun puluhan juta pemirsa secara nasional.
Dampaknya, pangsa pasar perjudul film dalam negeri sukses mendominasi porsi terbesar industri hiburan tanah air.
Dengan demikian, penguatan sarana eksibisi tingkat lokal menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi pemerintah.
“Di tengah perkembangan tersebut, kita perlu merespons kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi terhadap film Indonesia dengan menghadirkan Jaksinema yang lebih dekat kepada warga dengan harga yang terjangkau,” tuturnya.
Tambahan pula, integrasi pusat perbelanjaan dan arena hiburan diyakini memicu efek ganda pertumbuhan ekonomi warga.
“Semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran film, maka ekosistem film dan subsektor kreatif lainnya menjadi semakin kuat yang pada akhirnya turut menggerakkan industri kreatif di Jakarta,” ungkap Wagub Rano.
Oleh sebab itu, replikasi fasilitas eksibisi film akan diprioritaskan pada lokasi hunian vertikal Jakarta.
“Mudah-mudahan Jaksinema ada di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, agar penghuni rumah susun mendapat tempat hiburan dan bisa menyalurkan bakat. Saya yakin di setiap tempat ada anak-anak muda yang kreatif,” katanya.
Pada akhirnya, pembangunan ekosistem Jakarta Kota Sinema wajib diintegrasikan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Saya percaya bahwa kota sinema bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan menjadi ekosistem yang nyata dan menjadi bagian dari wajah Jakarta ke depan. Karena itu, langkahnya harus kita bangun secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, produksi, pencarian talenta, hingga fasilitas pemutaran film,” pungkasnya.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
