Prabowo Percepat Revitalisasi dan Sekolah Terintegrasi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 53

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Istana Merdeka pada hari Kamis (11/6).
Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas akselerasi berbagai program utama di sektor pendidikan nasional.
Pembicaraan juga mengarah pada revitalisasi sekolah serta pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Abdul Mu’ti melaporkan bahwa revitalisasi sekolah yang direncanakan untuk tahun 2025 telah sepenuhnya terlaksana.
Sekitar 16. 167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah merasakan manfaat dari program ini.
Sementara itu, pemerintah telah menganggarkan Rp14 triliun untuk program revitalisasi tahun 2026.
Anggaran tersebut telah di setujui oleh DPR untuk mendukung pelaksanaan program secara nasional.
Selanjutnya, revitalisasi akan menjangkau 11. 744 satuan pendidikan serta tambahan 60. 000 satuan pendidikan lainnya.
Dengan demikian, total 71. 744 satuan pendidikan akan direvitalisasi pada tahun ini.
Program ini mencakup semua jenjang pendidikan, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Menurut Abdul Mu’ti, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan.
Program ini juga memberikan pengaruh positif terhadap ekonomi melalui sistem swakelola.
“Program revitalisasi ini tidak hanya berhubungan dengan peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga berdampak bagi ekonomi,” ujar Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, ia memperkirakan sekitar 1,1 juta tenaga kerja akan terlibat selama pelaksanaan revitalisasi.
Masa kerja di perkirakan berlangsung dalam rentang waktu tiga hingga delapan bulan.
Sementara itu, masyarakat memberikan sambutan positif terhadap program revitalisasi sekolah.
Terutama, pujian datang dari daerah 3T yaitu terdepan, terluar, dan tertinggal.
“Mereka sangat bersyukur karena sekolah-sekolah tersebut kini mendapatkan perhatian dari pemerintah,” kata Abdul Mu’ti.
Selain revitalisasi, pemerintah juga mempercepat pengembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi.
Program ini di rancang sebagai sekolah unggulan nonasrama yang menyediakan layanan pendidikan berkualitas.
“Ini adalah sekolah unggulan yang tidak bersifat asrama,” kata Abdul Mu’ti.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan untuk membangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi.
Sementara itu, sejumlah lokasi telah melewati proses seleksi dan persiapan untuk pembangunan.
Melalui percepatan kedua program ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi yang strategis bagi bangsa.
Oleh karena itu, di harapkan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak, modern, dan berkualitas.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
