Prabowo dan Presiden Jerman Perkuat Kemitraan Strategis
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 71

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Pemimpin Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan acara makan siang resmi di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin (15/6).
Acara ini merupakan bagian dari lawatan resmi yang di lakukan oleh Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, beserta Ibu Elke Büdenbender.
Selain itu, suasana di acara makan siang ini sangat hangat dan penuh keakraban.
Dengan demikian, momen ini mencerminkan kuatnya persahabatan antara Indonesia dan Jerman.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memberikan penghargaan atas hubungan bilateral yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Ia menyatakan bahwa Jerman memiliki posisi yang strategis sekaligus menjadi mitra yang penting bagi Indonesia di Eropa.
Presiden Prabowo menyampaikan,
“Saya menghargai percakapan yang akrab, terbuka, dan produktif yang terjadi hari ini. ”
Ia juga menegaskan,
“Selama 74 tahun, hubungan diplomatik kita telah membawa manfaat nyata bagi rakyat kita. ”
Lebih lanjut, Presiden berpendapat Jerman selalu menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan di Indonesia.
Inspirasi ini sangat jelas terlihat dalam aspek inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan terhadap institusi.
Di sisi lain, banyak warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan dan pelatihan di Jerman.
Bahkan, Presiden Prabowo menyebutkan bahwa Presiden ketiga Indonesia memiliki pengalaman panjang di negara itu.
Selanjutnya, ia berharap kerjasama antara kedua negara bisa semakin meningkat di berbagai bidang.
Sehubungan dengan itu, ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981.
Presiden Prabowo menjelaskan,
“Saya juga bisa membuktikan kekuatan ini karena saya sendiri pernah mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981. ”
Ia berharap kunjungan Presiden Steinmeier dapat memperkuat hubungan bilateral lebih lanjut.
Apalagi, saat ini dunia sedang menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian global.
Presiden Prabowo juga menekankan peran Jerman dalam mengenalkan Indonesia kepada kancah internasional.
Tak hanya itu, hubungan ini telah terjalin di lingkungan akademik sejak sebelum Indonesia merdeka.
Oleh sebab itu, Presiden menegaskan,
“Akar dari hubungan kita sebenarnya sudah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka. ”
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas kedatangan Presiden Steinmeier ke Indonesia.
Oleh karena itu, ia berharap jalinan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara akan terus berkembang di masa depan.
Ia menutup sambutannya dengan harapan agar masyarakat Indonesia dan Jerman selalu sejahtera dan menjaga hubungan yang harmonis.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
