Prabowo Percepat Proyek Produktif dan Penciptaan Lapangan Kerja
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 81

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
KEBUMEN, PAStime News – Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proyek pembangunan yang bermanfaat di berbagai lokasi.
Selain itu, proyek-proyek ini bertujuan untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja dan memperkuat ekonomi negara.
Pernyataan tersebut di sampaikan oleh Presiden saat acara panen raya udang di kawasan budidaya udang Kebumen, Jawa Tengah, pada hari Sabtu (23/5).
Selanjutnya, pemerintah akan lebih memperluas pengembangan sektor yang bisa menghasilkan protein dan mendukung ekspor negara.
Dengan cara ini, sektor tersebut di harapkan bisa meningkatkan pendapatan asing dan menambah nilai ekonomi Indonesia.
“Kami akan membangun proyek-proyek yang menghasilkan protein untuk masyarakat dan juga untuk di ekspor,” jelas Presiden Prabowo.
Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa fokus pembangunan akan di arahkan pada sektor yang memberikan keuntungan ekonomi nyata.
Oleh karena itu, setiap program pemerintah harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan negara.
“Semua harus produktif, artinya bisa menghasilkan nilai tambah,” tegas Kepala Negara.
Di sisi lain, Presiden juga meminta Kabinet Merah Putih untuk memprioritaskan proyek yang menciptakan lapangan pekerjaan.
Selain membuka kesempatan kerja, proyek tersebut juga harus langsung meningkatkan penghasilan masyarakat.
“Saya telah memberikan arahan kepada Kabinet untuk mendukung proyek-proyek yang produktif,” kata Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari megahnya bangunan fisik.
Namun, manfaat ekonomi yang di rasakan oleh rakyat menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan nasional.
Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya efisiensi dan fokus pada hasil dalam setiap program pembangunan.
“Lebih baik kantornya sederhana, tetapi hasilnya baik dan bisa memberikan banyak manfaat untuk rakyat,” ungkap Presiden.
Selain itu, Presiden juga menganggap bahwa pembangunan fasilitas fisik harus seimbang dengan peningkatan produktivitas bagi masyarakat.
Dengan demikian, pemerintah mulai menunda pembangunan yang di anggap belum memberikan dampak ekonomi yang langsung.
Sementara itu, fokus pembangunan ke depan akan di arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor produktif nasional.
Dengan begitu, pembangunan Indonesia tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
